(sabakkku sedding melo kara loppo)"
disitu aku sempat diam'' Ayah tidak pernah mengeluh sama sekali, padahal pekerjaanmu banyak,, dari rambutmu terukir kenangan banyak masa lalu bersama, dari raut wajahmu yang uda dimakan usia menandakan bahwa Ayah adalah pejuang, kau cerdas menghadapi setiap masalah yang ada.
Ayah, dalam hening sepi kurindu, Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban
(Ayah telah merubahku menjadi manusia yang berguna)
aku akan tetap semangat, dengan berbakal ilmu yang saya dapat darimu
LOVE FOREVER

No comments:
Post a Comment